2 - 391
22 mei 2011
jangan bilang bahwa aku mencintainya lagi
ini kebetulan?
atau apa?
jika iya,bagaimana kejamnya sang Pengatur menjejakkan aku,
ditempat ia menjejakkan dirinya
aku tau,keinginanku juga penyambungnya
namun,aku tak tau kenapanya.
kau ingat buku?
bertahun lalu.
dinomor empat. kutulis dirimu
yang ku rincikn sebagaimana aku mania terhadap seseorang
cinta yang kubaitkan menjadi puluhan puisi
dan kepuluh-puluhnya perlahan menyakiti
jika kureka kembali,
seberapa besarnya rasa yang ku tuturkan kepadamu
seberapa besarnya rasa pengharapan yang terukir semua dibayangmu
itu bertahun,kini berlalu
tak ku lupa,tak kunjung lupa
apa rasanya..
dan kini,dan sulitnya
aku bertemu dirimu lagi
kau pun masih tak sadar,
kuyakinkan tak peduli
tentang keberadaanku
yah,keadaannya masih sama
aku,dan cinta sendiriku
masih terpaut diam membeku
mengheningkan nada nada diam,
yang padahal mendobrak ritme jantung
melihat wajahmu,
telahlah berubah
namun,hatiku masih sama
rasanya kembali bersenyawa
ku lihat matamu,
apa yang kuharap bertahun lalu.
kemudian aku tersentak
" jangan bilang bahwa aku mencintainya lagi "
-------------------------------------------------
teruntuk seorang cinta pertama yang sempat hilang.
kembali lagi. apa rasanya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar