ditulis saat ini juga
Sesampainya disini
Aku membaca tulisanku sendiri
Sambil mendengarkan suaraku sendiri
Di bawah hujan, yang mengguyurku
Aku menyentuh tanganku sendiri.
Dingin, ujarku.
Kemudian ku peluk diriku sendiri.
Pelukan sampai subuh.
Maka, sampai lagi di hari ini
Saat kutanya pada cermin,
sedang apa kemarin pagi?
Ku simak jawabanku sendiri.
Melukis wajahku,
ujarku.
Tawaku meledak.
Bersamaku
Kami tertawa sampai subuh
Sesampainya disini
Aku. Disana juga aku.
Mau sampai kapan?
Minggu, 13 Desember 2015
Jumat, 24 Juli 2015
Dingin
Dingin
29-799
14 Februari 2015
Dingin
Bukan hatiku
Temperatur
Dingin
Bukan temperatur
Hatiku
Meringkuk
Kami dingin
Ditusuk dingin
Menggigil
Secangkir kopi
Sesendok gula
Menggeleng enggan
Hadapi saja, sendirian
Sebab kau yang putuskan
Sebab kau yang jerumuskan
Kau dalam tebing
Kau dalam dingin
29-799
14 Februari 2015
Dingin
Bukan hatiku
Temperatur
Dingin
Bukan temperatur
Hatiku
Meringkuk
Kami dingin
Ditusuk dingin
Menggigil
Secangkir kopi
Sesendok gula
Menggeleng enggan
Hadapi saja, sendirian
Sebab kau yang putuskan
Sebab kau yang jerumuskan
Kau dalam tebing
Kau dalam dingin
Aku Mengingatmu
Aku Mengingatmu
99-849
23 Juli 2015
Aku mengingatmu
Kala subuh menuju pagi
Kala pagi menuju terik
Kala terik menuju senja
Kala senja menuju redup
Kala redup menuju malam
Kala malam menuju kelam
Kala kelam menuju subuh
Kala subuh menuju pagi
Kala pagi menuju terik
Kala terik menuju
--Pasti kau sudah sesak menyekapku
menyuruhku diam
Tapi percayalah
Setampak seperti omong kosongnya
omonganku
Aku bersungguh-sungguh--
--Setidaknya dalam mengingatmu--
99-849
23 Juli 2015
Aku mengingatmu
Kala subuh menuju pagi
Kala pagi menuju terik
Kala terik menuju senja
Kala senja menuju redup
Kala redup menuju malam
Kala malam menuju kelam
Kala kelam menuju subuh
Kala subuh menuju pagi
Kala pagi menuju terik
Kala terik menuju
--Pasti kau sudah sesak menyekapku
menyuruhku diam
Tapi percayalah
Setampak seperti omong kosongnya
omonganku
Aku bersungguh-sungguh--
--Setidaknya dalam mengingatmu--
Parfum, Gunting
Parfum, Gunting
55 - 825
10 April 2015
Kepalaku berasap
Meringis
Bak orang gila
Pagi, dunia luar
Sambut aku dengan makanan
yang enak-enak
Agar aku betah
Agar aku betah!
Aku tak suka tidur
Aku dipakai sekali-sekali
Aku ingin dipakai setiap hari!
Setiap engkau mau pergi
Berkencan dengan kekasih
Kuliah dengan teka-teki
Meski dipakai,
aku hilang lagi.
55 - 825
10 April 2015
Kepalaku berasap
Meringis
Bak orang gila
Pagi, dunia luar
Sambut aku dengan makanan
yang enak-enak
Agar aku betah
Agar aku betah!
Aku tak suka tidur
Aku dipakai sekali-sekali
Aku ingin dipakai setiap hari!
Setiap engkau mau pergi
Berkencan dengan kekasih
Kuliah dengan teka-teki
Meski dipakai,
aku hilang lagi.
Orang-orang Bermata Sayu
Orang-orang Bermata Sayu
53-823
10 April 2015
Orang-orang bermata sayu
Duduk di pelaminan
Memasang duka bahagia
Lara dibalik selimut
Yang dibagi berdua
Semua serba berdua
Darah. Kaki. Baju
Dibagi satu-satu
Sama banyak
Kepada anak-anak
Tidakkah kau mengerti maksudku
Bahwasanya
Bahagia bukanlah hal yang kau rasa
secara mutlak
Ia adalah dirinya ditambah rasa-
rasa lain yang kau pikirkan
Namun pabila yang kau pikirkan buruk
Maka buruklah ia
Padahal namanya bahagia
53-823
10 April 2015
Orang-orang bermata sayu
Duduk di pelaminan
Memasang duka bahagia
Lara dibalik selimut
Yang dibagi berdua
Semua serba berdua
Darah. Kaki. Baju
Dibagi satu-satu
Sama banyak
Kepada anak-anak
Tidakkah kau mengerti maksudku
Bahwasanya
Bahagia bukanlah hal yang kau rasa
secara mutlak
Ia adalah dirinya ditambah rasa-
rasa lain yang kau pikirkan
Namun pabila yang kau pikirkan buruk
Maka buruklah ia
Padahal namanya bahagia
Rabu, 04 Februari 2015
Puisi dan Cerita Pendek : Dingin Darahku Melepasmu
Dingin Darahku Melepasmu
25-795
30 Januari 2015
Pulang saja
Tanpa pamit
Ke pelukan yang memang hakmu
Aku bisa apa
Memergoki
Engkau mengelus pigura
Menyimpan tanda tanya
Pura-pura
Tak sengsara
Aku berduri
Pulang saja
Dingin darahku
Melepasmu
Bisaku apa
Rinduku bisa
Tanpamu,
Bisa?
Pulang saja
Tanpa pamit
Ke pelukan yang memang hakmu
Aku bisa apa
Memergoki
Engkau mengelus pigura
Menyimpan tanda tanya
Pura-pura
Tak sengsara
Aku berduri
Pulang saja
Dingin darahku
Melepasmu
Bisaku apa
Rinduku bisa
Tanpamu,
Bisa?
Dingin Darahku Melepasmu
sebuah cerita pendek
Langganan:
Postingan (Atom)