Kamis, 11 Desember 2014

Menyalak

Menyalak
52-652
28 Oktober 2014

Dan kau menyalak bagai anjing,
yang hilang akan tuannya

Akibat apa?

Seharusnya dunia tahu
Apa yang aku tahu
Namun nampaknya
Tak ada bahkan satupun yang tahu

Napas yang kau hirup
Mungkin bekas orang lain
Siapa itu orang lain?
Tidak, tidak ada yang tahu

Tapi tetap menyalak bagai anjing,
yang hilang akan tuannya

Bagaimana Kalau Kita Jatuh Cinta?

Bagaimana Kalau Kita Jatuh Cinta?
44-644
22 September 2014

Bagaimana kalau kita jatuh cinta?
Itu terdengar menyenangkan
Kita bisa berbagi minuman yang bukan kopi
Juga berbagi cerita yang bukan tragedi
Kita bisa pelan-pelan melintasi malam,
tanpa bergenggaman tangan.
Namun matamu, mataku
Beradu.
Namun matamu, mataku
Berpadu.
Kita usir kegelisahan
Kita mati sebagai pahlawan
Cerita kita dibukukan
Dan dijual di pasaran

Menarik, bukan?
" sebab mataku bisa melihat namun buta arahnya,
Telingaku bisa mendengar namun tuli maknanya,
Dan mulutku bisa berkata namun bisu maksudnya,
Tanpa ditatap, dibisik, dan disuapi olehmu "

- Cepat Pulang, 51-654 24 Oktober 2014

Ibu

Ibu
43-643

Ibu
Kalau memang darahku
Sudah tidak lagi menetes
Di lantaimu
Janganlah kau bersedih
Dan kalau memang peluhmu
Berkali lipat banyak menetes
Di lantaimu
Janganlah kau tersapih

Ibu
Ini janji--namun ku tahu lama untuk menjadi tunai
Tapi aku akan pulang
Mohon jangan bimbang
Petangku sama dengan petangmu
Maka mohon jangan bimbang

Hendak benar ku pulang
Kuasa apa ku pulang?

---------
Kepada ibuku,
Maaf sekali tidak bisa tidur dirumah, membantumu meringankan bebanmu seperti biasa. Maaf sekali tidak bisa jadi teman bicaramu saat duduk di teras, atau menemanimu menonton sinetron kesukaan kita. Tapi tahanlah dulu lelahmu, ibu. Karena bila nanti aku pulang, tak akan lagi ada dirimu membanting tulang dan memeras tenaga untuk kehidupanku.

Camkan itu.
Aku berjanji.

Cinta Lupa dengan Akal Sehat

Cinta Lupa dengan Akal Sehat
34 - 634
17 Juli 2014

Cinta lupa dengan akal sehat
Mereka mampu menghunus lagi mencium, dalam waktu yang sama
Cinta mencari apa yang akal sehat tak bisa
Nekad. Obsesi. Penasaran. Mati suri.
Mereka hadir dikala pelita yang mati pun tampak menerangi
Cinta pembius. Nadi-nadi yang serius
Menghantarkan pesan agar tak usah dilakukan
Namun cinta melakukannya.
Ya. Cinta melakukannya.
Makin menembus cakrawala tak terhingga, makin kembang hidungnya
Cinta adalah merpati
Makin tinggi engkau terbang, bukan alasan kau tak bisa tersenapang dan mati

Cinta lupa dengan akal sehat
Seperti akal sehat yang tak pernah ngerti cara cinta terdeskripsi

Jikalau

Jikalau
28-628
5 Juli 2014

Sungguh ini sebuah jikalau
Jikalau duri bertemu duri
Siapakah yang berdarah lebih dulu?

Jikalau kaca menepuk kaca
Siapakah yang beling lebih dulu

Dan jikalau gula bertemu gula
Siapakah yang dijilat semut lebih dulu

Sungguh ini sebuah jikalau
Jikalau mesti dikau memilih
Dan untuk tidak dipilih bukanlah sebuah pilihan bagi dua buah aku
Siapakah yang dibawa pulang lebih dulu?

Sungguh ini sebuah jikalau
Maka jadilah, ujar Tuhan
Maka hancurlah, ujar racauan
Ya. Pasti ku meracau.

Kamis, 08 Mei 2014

Jatuh Cintanya

62-592
24 Februari 2014

Jatuh Cintanya

Maaf atas jatuh cintanya
Aduh. Astaga aduh.
Takkan ku ulangi lagi.
Hahaha. Hihihi.
Ya, maaf. Maaf.

Lucu jatuh cintanya.
Terkoyak dilantai.
Aduh astaga aduh.
Aku hendak bersimpuh.
Roti ini ku paruh.
Permintaan maafku.

Getir jatuh cintanya
Tembang kembang kepalang
Aduh astaga aduh.
Membentang benang kusut.
Angsur demi angsur
Permintaan maafku,

Hahaha. Hihihi.
Maaf atas jatuh cintanya.

Aku Mencintainya

6 Mei 2014

Aku Mencintainya

Aku mencintainya
Aku ingin dia mati
Tapi tidak ditanganmu
Aku ingin dia mati
Saat sedang meminum racun
Yang berasal dari darahku

Aku mencintainya
Aku ingin dia sekarat
Aku ingin dia tersimpuh cacat
Agar ku tuntun jalannya
Agar ku hapus airmatanya

Aku mencintainya
Aku ingin dia mati
Tapi tidak hari ini,
tidak besok,
tidak besoknya lagi,
tidak besok-besoknya lagi.
Tidak detik ini.
Aku hanya ingin dia mati.
saat aku berlari.
Memeluk mayat lain.
Yang aku cintai.

Sahabat Lama

3 Mei 2014

Sahabat Lama

Sahabat lama
Ah, tak ada lagi sedikitpun ku tahu kabarnya
Padahal silam ku sampai hapal jumlah darahnya
Sahabat lama
Mampukah terkenang wajah busuk ini?
Yang kadang suka rela menyumbang tawa,
meski sedang menggalakkan tangis

Sahabat lama
Kalau nanti ntah dijalan banmu kempis
Atau kehabisan bensin
Telponlah aku ya
Tapi bagaimanalah caranya ku beritahu
Kalau rumahku tak disitu lagi
Aku sudah pindah tiga tahun
Menuju sahabat baru

Tapi sulit pula lah menyulut kisah seperti kita

Seandainya kau bisa membaca surat ini
Mungkin tulisanku sudah lain
Entah titik di huruf 'i' nya agak miring
Atau 'a' nya lebih bulat
Akupun tak paham

Mungkin tak layaknya aku
Aku yang kau kenal

Tapi hatiku tetaplah aku
Aku yang kau kenal

Tertanda, sahabatmu yang sebentar,
mengingatmu yang lama.


Daftar Hitam

6-606
13 April 2014

Daftar Hitam

Kita buang jauh-jauh
Kembang yang baunya busuk
Kereta yang mesinnya aus
Sepatu yang solnya bapuk
Dan pensil yang kayunya lapuk

Yang penting,
jangan sampai terasuk
Kembang yang baunya busuk
Kereta yang mesinnya aus
Sepatu yang solnya bapuk
Dan pensil yang kayunya lapuk

Setidaknya,--kalau kau tidak tega--pura puralah,
Hirup kembang yang baunya busuk
Tunggang kereta yang mesinnya aus
Pijak sepatu yang solnya bapuk
Gerus pensil yang kayunya lapuk,

tapi ingat,
si daftar hitam.

Faroh

5 Maret 2014
2-602

Faroh

Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan dia tidur.
Lelah betul dia melelapkanmu,
mengusap kepalamu,
tanpa hendak melenyapkanmu

Faroh, sebagai cinta bukan buatan
Diakibatkan pencarian,
--atau bukan--
dan kau, Faroh, sebagai perih berujung sedih,
Mengakibatkan rintih
--atau cekikik--

Faroh, sebagai kendali diri sendiri
Hirup kendalamu bagai api
Peluk yang datang, cium yang pulang
Tanpa sebut kembali
Ingat itu. Janji?

Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan engkau tidur.
Besok jalan terus, terbang terus, dan kau terus.

Sabtu, 22 Februari 2014

Kakak, Teruslah Menulis

18 Februari 2014

Kakak, Teruslah Menulis

ditulis tiba-tiba

Kakak, teruslah menulis
Agar besar badannya.
Kakak punya dunia.
Kakak hantam dunia.
Merdeka!

Kakak, teruslah menulis
Pada kakak, untuk kakak,
untuk saya yang terus membaca
dan untuk kakak yang terus menghamba
---bukan nasi yang kita minta,
tapi lelah yang kita tepis,
Kita benar?---

Kakak, teruslah menulis
Kakak lampu dan lenteraku
Atau obor. Ya, kakak oborku
Karena juta kali kan ku tiup
Kakak membahana, seperti singa
Seperti singa kakak,
Takut kita.

Kakak, teruslah menulis
Aku dan ketidak tahuanku,
menerka-nerka malu.
Apa yang terjadi? Kucing siapa yang mati?
Tapi takkan berani bertanya. Sumpah.

Kakak, teruslah menulis.
Sebab aku takkan aus membaca.
Terang maupun temaram, hening maupun bising
Menghabiskan petang
Tak mau pulang

Ingatlah, ada aku.
Aku takkan aus membaca.

Tertanda,
Bukan adikmu, bukan sepupumu,
apalagi kekasih gelapmu.

Bangkit Cepat-Cepat

12 Februari 2014

Bangkit Cepat-Cepat

ditulis tiba tiba

Mereka disuruh bangkit cepat-cepat
Karena nanti ada peluru nyasar
Padahal ada yang sedang patah hati
Patah sepatah patahnya,
akibat ditinggal mati.
Harus pulang sendiri.
Harus jalan sendiri.

(dan kalau ku sambung lagi,
suaraku menggema.
mereka tak jadi bangkit)

Bangun, saudaraku. Bangun.
Tak petang, tak pagi, kuharap kau bangun,
memunguti debu-debu.
Akibat engkau yang tersungkur.

Bangun, saudaraku. Bangun.
Sempat ku gempitakan lonceng, ku derukan semeru.
Ku harap kau terkejut.
Berlarian lupa daratan.
Dan sampai diseberang
Lalu lupa pulang

Dia tidak pergi sendirian
Tak usah cemaskan.
Maka sengau sengaukanlah doa
Ampun tuan, ampun nyonya
Sehamba sahaya
Izin bersedih, berucap selamat,
disana.
Namun janji bangkit lagi.
Akan bangkit lagi.
Cepat-cepat,
atau lamat-lamat.

----

puisi ini teruntuk aku, dan teman temanku, yang ditinggal temanku, teman kami, Alfathan.
Selamat jalan temanku. Kau bukan hanya tawa, bukan hanya seringai, bukan hanya peramai,
tapi kau adalah kami.
kami kehilangan,
tapi kami janji. kami akan bangkit cepat-cepat.
kami akan ujian, kami akan kuliah,
menjemput bahagia.
selamat, karena sudah bahagia lebih dulu, mendahului kami..
we love you :)

Minggu, 09 Februari 2014

Jatuh Cinta Terus

53-583
30 Januari 2014
Jatuh cinta terus

Jatuh cintalah terus
Aku akan memantau dari belakang
Bukan akibat niat licik,
Atau nafsu menelisik,
Sehingga tak tahan ingin berisik, mengusik, mencabik
Anggap-anggapnya, aku ingin tahu,
Apalah jadinya jika,
Kalian jatuh cinta terus.

Sebab aku pun disini jatuh cinta terus
Sebab apakah aku masih berlari di kisah yang sudah mati?
---
Jatuh cintalah terus,
Sumber bahagiaku.
Yang kini kupatah duakan,
Tapi malah hancur berkeping-keping
Kuserahkan untuk dia semua saja
Agar dia bisa jatuh cinta terus,
Padamu,
Sumber bahagiaku.
Sumber bahagiaku.


Ada Wajah yang Ku Kenal

Ada Wajah yang Ku Kenal
38 – 586
9 Desember 2013

Ada wajah yang ku kenal
Dari kerubutan siang-malam
Sibuk nan sesibuk-sibuknya
Seperti stasiun kereta
Berisik nan seberisik berisiknya
Seperti sepatu kuda

Ada wajah yang ku kenal
Tanpa perlu celingak celinguk
Tiada guna memicing micing

Ada wajah yang ku kenal
Namun tak berani ku sapa
Dia lagi terkikik-kikik
Takutnya sudah lupa

Sudah lupa;
Sudah tak kenal wajah yang mengenal wajahnya
Sangat. Amat.
Sangat


Kuku Panjang

Kuku Panjang
50-580
23 Januari 2014

Dia yang berkuku panjang
Bangun tengah malam
Karena menelan obat tidur
Setengah setengah
Maka kesakitan lehernya,
Dan panas tenggorokannya

Itu akibatnya?
Bangun tengah malam.

Dia yang berkuku panjang.
Bangun tengah malam
“mengganti malam yang ku lewati”
Ujarnya
Apa benar?

Dipercaya?

Dia yang berkuku panjang,
Kuku panjang,

Bohongnya luar biasa.

Bakar


Bakar
48-578
17 Januari 2014

Tulis sebanyak-banyaknya
Cepat, ayo cepat
Lalu bakar
Bakar hingga lupa
Agar saat diungkit lagi
Kita bisa tidak mengaku
Tak ada bekasnya
Aman saja untuk bersumpah

Tapi jangan lupa
Sapu abunya.
Tiup dedebuannya
Harus bersih. Sangat bersih.

Karena setitik saja tertinggal
Bisa terbaca, dengan lantang
Carut marutmu, caci makimu, sumpah serapahmu,
Kesalmu, marahmu, amukmu, cibiranmu,
Gemeretakmu, baramu


Batal

Ada ucapan selamat tinggal


Ada Ucapan Selamat Tinggal
46-576
12 Januari 2014

Ada ucapan selamat tinggal,
Dari seberang
Begini katanya :

“ hai, belumlah selamat datang,
Maka selamat pergi
Tak apalah tak mampir
Ada yang lain
Tampaknya
Tapi benarlah
Selamat tinggal!
Jangan tangiskan.
Bahagiakan
Hirup ombaknya. Telan asinnya
Nanti bahagia lagi

Selamat tinggal

Nanti bahagia lagi.”


Rumah Kita Searah

Rumah Kita Searah
43-573
25 Desember 2013

Hai, teman
Jangan sungkan-sungkan
Naik ke punggungku
Rumah kita searah

Hai, teman
Jangan segan-segan
Duduk di kudaku
Rumah kita searah

Hai, teman
Jangan plin plan
Persiskan langkah kakimu
Rumah kita searah

Hai, teman
Jangan pelan-pelan
Tegakkan kepalamu
Rumah kita searah