5 Maret 2014
2-602
Faroh
Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan dia tidur.
Lelah betul dia melelapkanmu,
mengusap kepalamu,
tanpa hendak melenyapkanmu
Faroh, sebagai cinta bukan buatan
Diakibatkan pencarian,
--atau bukan--
dan kau, Faroh, sebagai perih berujung sedih,
Mengakibatkan rintih
--atau cekikik--
Faroh, sebagai kendali diri sendiri
Hirup kendalamu bagai api
Peluk yang datang, cium yang pulang
Tanpa sebut kembali
Ingat itu. Janji?
Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan engkau tidur.
Besok jalan terus, terbang terus, dan kau terus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar