62-592
24 Februari 2014
Jatuh Cintanya
Maaf atas jatuh cintanya
Aduh. Astaga aduh.
Takkan ku ulangi lagi.
Hahaha. Hihihi.
Ya, maaf. Maaf.
Lucu jatuh cintanya.
Terkoyak dilantai.
Aduh astaga aduh.
Aku hendak bersimpuh.
Roti ini ku paruh.
Permintaan maafku.
Getir jatuh cintanya
Tembang kembang kepalang
Aduh astaga aduh.
Membentang benang kusut.
Angsur demi angsur
Permintaan maafku,
Hahaha. Hihihi.
Maaf atas jatuh cintanya.
Kamis, 08 Mei 2014
Aku Mencintainya
6 Mei 2014
Aku Mencintainya
Aku mencintainya
Aku ingin dia mati
Tapi tidak ditanganmu
Aku ingin dia mati
Saat sedang meminum racun
Yang berasal dari darahku
Aku mencintainya
Aku ingin dia sekarat
Aku ingin dia tersimpuh cacat
Agar ku tuntun jalannya
Agar ku hapus airmatanya
Aku mencintainya
Aku ingin dia mati
Tapi tidak hari ini,
tidak besok,
tidak besoknya lagi,
tidak besok-besoknya lagi.
Tidak detik ini.
Aku hanya ingin dia mati.
saat aku berlari.
Memeluk mayat lain.
Yang aku cintai.
Aku Mencintainya
Aku mencintainya
Aku ingin dia mati
Tapi tidak ditanganmu
Aku ingin dia mati
Saat sedang meminum racun
Yang berasal dari darahku
Aku mencintainya
Aku ingin dia sekarat
Aku ingin dia tersimpuh cacat
Agar ku tuntun jalannya
Agar ku hapus airmatanya
Aku mencintainya
Aku ingin dia mati
Tapi tidak hari ini,
tidak besok,
tidak besoknya lagi,
tidak besok-besoknya lagi.
Tidak detik ini.
Aku hanya ingin dia mati.
saat aku berlari.
Memeluk mayat lain.
Yang aku cintai.
Sahabat Lama
3 Mei 2014
Sahabat Lama
Sahabat lama
Ah, tak ada lagi sedikitpun ku tahu kabarnya
Padahal silam ku sampai hapal jumlah darahnya
Sahabat lama
Mampukah terkenang wajah busuk ini?
Yang kadang suka rela menyumbang tawa,
meski sedang menggalakkan tangis
Sahabat lama
Kalau nanti ntah dijalan banmu kempis
Atau kehabisan bensin
Telponlah aku ya
Tapi bagaimanalah caranya ku beritahu
Kalau rumahku tak disitu lagi
Aku sudah pindah tiga tahun
Menuju sahabat baru
Tapi sulit pula lah menyulut kisah seperti kita
Seandainya kau bisa membaca surat ini
Mungkin tulisanku sudah lain
Entah titik di huruf 'i' nya agak miring
Atau 'a' nya lebih bulat
Akupun tak paham
Mungkin tak layaknya aku
Aku yang kau kenal
Tapi hatiku tetaplah aku
Aku yang kau kenal
Tertanda, sahabatmu yang sebentar,
mengingatmu yang lama.
Sahabat Lama
Sahabat lama
Ah, tak ada lagi sedikitpun ku tahu kabarnya
Padahal silam ku sampai hapal jumlah darahnya
Sahabat lama
Mampukah terkenang wajah busuk ini?
Yang kadang suka rela menyumbang tawa,
meski sedang menggalakkan tangis
Sahabat lama
Kalau nanti ntah dijalan banmu kempis
Atau kehabisan bensin
Telponlah aku ya
Tapi bagaimanalah caranya ku beritahu
Kalau rumahku tak disitu lagi
Aku sudah pindah tiga tahun
Menuju sahabat baru
Tapi sulit pula lah menyulut kisah seperti kita
Seandainya kau bisa membaca surat ini
Mungkin tulisanku sudah lain
Entah titik di huruf 'i' nya agak miring
Atau 'a' nya lebih bulat
Akupun tak paham
Mungkin tak layaknya aku
Aku yang kau kenal
Tapi hatiku tetaplah aku
Aku yang kau kenal
Tertanda, sahabatmu yang sebentar,
mengingatmu yang lama.
Daftar Hitam
6-606
13 April 2014
Daftar Hitam
Kita buang jauh-jauh
Kembang yang baunya busuk
Kereta yang mesinnya aus
Sepatu yang solnya bapuk
Dan pensil yang kayunya lapuk
Yang penting,
jangan sampai terasuk
Kembang yang baunya busuk
Kereta yang mesinnya aus
Sepatu yang solnya bapuk
Dan pensil yang kayunya lapuk
Setidaknya,--kalau kau tidak tega--pura puralah,
Hirup kembang yang baunya busuk
Tunggang kereta yang mesinnya aus
Pijak sepatu yang solnya bapuk
Gerus pensil yang kayunya lapuk,
tapi ingat,
si daftar hitam.
13 April 2014
Daftar Hitam
Kita buang jauh-jauh
Kembang yang baunya busuk
Kereta yang mesinnya aus
Sepatu yang solnya bapuk
Dan pensil yang kayunya lapuk
Yang penting,
jangan sampai terasuk
Kembang yang baunya busuk
Kereta yang mesinnya aus
Sepatu yang solnya bapuk
Dan pensil yang kayunya lapuk
Setidaknya,--kalau kau tidak tega--pura puralah,
Hirup kembang yang baunya busuk
Tunggang kereta yang mesinnya aus
Pijak sepatu yang solnya bapuk
Gerus pensil yang kayunya lapuk,
tapi ingat,
si daftar hitam.
Faroh
5 Maret 2014
2-602
Faroh
Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan dia tidur.
Lelah betul dia melelapkanmu,
mengusap kepalamu,
tanpa hendak melenyapkanmu
Faroh, sebagai cinta bukan buatan
Diakibatkan pencarian,
--atau bukan--
dan kau, Faroh, sebagai perih berujung sedih,
Mengakibatkan rintih
--atau cekikik--
Faroh, sebagai kendali diri sendiri
Hirup kendalamu bagai api
Peluk yang datang, cium yang pulang
Tanpa sebut kembali
Ingat itu. Janji?
Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan engkau tidur.
Besok jalan terus, terbang terus, dan kau terus.
2-602
Faroh
Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan dia tidur.
Lelah betul dia melelapkanmu,
mengusap kepalamu,
tanpa hendak melenyapkanmu
Faroh, sebagai cinta bukan buatan
Diakibatkan pencarian,
--atau bukan--
dan kau, Faroh, sebagai perih berujung sedih,
Mengakibatkan rintih
--atau cekikik--
Faroh, sebagai kendali diri sendiri
Hirup kendalamu bagai api
Peluk yang datang, cium yang pulang
Tanpa sebut kembali
Ingat itu. Janji?
Faroh, sebagai kekasih yang baik,
biarkan engkau tidur.
Besok jalan terus, terbang terus, dan kau terus.
Langganan:
Postingan (Atom)