62-592
24 Februari 2014
Jatuh Cintanya
Maaf atas jatuh cintanya
Aduh. Astaga aduh.
Takkan ku ulangi lagi.
Hahaha. Hihihi.
Ya, maaf. Maaf.
Lucu jatuh cintanya.
Terkoyak dilantai.
Aduh astaga aduh.
Aku hendak bersimpuh.
Roti ini ku paruh.
Permintaan maafku.
Getir jatuh cintanya
Tembang kembang kepalang
Aduh astaga aduh.
Membentang benang kusut.
Angsur demi angsur
Permintaan maafku,
Hahaha. Hihihi.
Maaf atas jatuh cintanya.
Tampilkan postingan dengan label Buku-11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku-11. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Mei 2014
Minggu, 09 Februari 2014
Jatuh Cinta Terus
53-583
30 Januari 2014
Jatuh cinta terus
Jatuh cintalah
terus
Aku akan memantau
dari belakang
Bukan akibat niat
licik,
Atau nafsu
menelisik,
Sehingga tak
tahan ingin berisik, mengusik, mencabik
Anggap-anggapnya,
aku ingin tahu,
Apalah jadinya
jika,
Kalian jatuh
cinta terus.
Sebab aku pun
disini jatuh cinta terus
Sebab apakah aku
masih berlari di kisah yang sudah mati?
---
Jatuh cintalah
terus,
Sumber bahagiaku.
Yang kini kupatah
duakan,
Tapi malah hancur
berkeping-keping
Kuserahkan untuk
dia semua saja
Agar dia bisa
jatuh cinta terus,
Padamu,
Sumber bahagiaku.
Sumber bahagiaku.
Ada Wajah yang Ku Kenal
Ada Wajah yang Ku
Kenal
38 – 586
9 Desember 2013
Ada wajah yang ku
kenal
Dari kerubutan
siang-malam
Sibuk nan
sesibuk-sibuknya
Seperti stasiun
kereta
Berisik nan
seberisik berisiknya
Seperti sepatu
kuda
Ada wajah yang ku
kenal
Tanpa perlu
celingak celinguk
Tiada guna
memicing micing
Ada wajah yang ku
kenal
Namun tak berani
ku sapa
Dia lagi
terkikik-kikik
Takutnya sudah
lupa
Sudah lupa;
Sudah tak kenal
wajah yang mengenal wajahnya
Sangat. Amat.
Sangat
Kuku Panjang
Kuku Panjang
50-580
23 Januari 2014
Dia yang berkuku
panjang
Bangun tengah
malam
Karena menelan
obat tidur
Setengah setengah
Maka kesakitan
lehernya,
Dan panas
tenggorokannya
Itu akibatnya?
Bangun tengah
malam.
Dia yang berkuku
panjang.
Bangun tengah
malam
“mengganti malam
yang ku lewati”
Ujarnya
Apa benar?
Dipercaya?
Dia yang berkuku
panjang,
Kuku panjang,
Bohongnya luar
biasa.
Bakar
Bakar
48-578
17 Januari 2014
Tulis
sebanyak-banyaknya
Cepat, ayo cepat
Lalu bakar
Bakar hingga lupa
Agar saat
diungkit lagi
Kita bisa tidak
mengaku
Tak ada bekasnya
Aman saja untuk
bersumpah
Tapi jangan lupa
Sapu abunya.
Tiup dedebuannya
Harus bersih.
Sangat bersih.
Karena setitik
saja tertinggal
Bisa terbaca,
dengan lantang
Carut marutmu,
caci makimu, sumpah serapahmu,
Kesalmu, marahmu,
amukmu, cibiranmu,
Gemeretakmu,
baramu
Batal
Ada ucapan selamat tinggal
Ada Ucapan
Selamat Tinggal
46-576
12 Januari 2014
Ada ucapan
selamat tinggal,
Dari seberang
Begini katanya :
“ hai, belumlah
selamat datang,
Maka selamat
pergi
Tak apalah tak
mampir
Ada yang lain
Tampaknya
Tapi benarlah
Selamat tinggal!
Jangan tangiskan.
Bahagiakan
Hirup ombaknya.
Telan asinnya
Nanti bahagia
lagi
Selamat tinggal
Nanti bahagia
lagi.”
Rumah Kita Searah
Rumah Kita Searah
43-573
25 Desember 2013
Hai, teman
Jangan
sungkan-sungkan
Naik ke
punggungku
Rumah kita searah
Hai, teman
Jangan
segan-segan
Duduk di kudaku
Rumah kita searah
Hai, teman
Jangan plin plan
Persiskan langkah
kakimu
Rumah kita searah
Hai, teman
Jangan
pelan-pelan
Tegakkan kepalamu
Rumah kita searah
Sabtu, 30 November 2013
Rutukan
28-558
14 November 2013
Rutukan
Cantik sekali.
cantik sekali.
ku belai terus rutukan-rutukan
ku puja puja,
ku sebut tiap hari.
Cantik sekali
entah apa godaannya
mendobrak keadaan
yang suram jadi menyuram
berharap benar didengar,
rutukan-rutukan
ku tulis. kutulis dengan ligat. semua seakan hanya abjad. sudah ku hapal.
lancar
barulah sekarang ku heran.
kenapa tak pandai aku menulis bahagia seindah aku menulis rutukan?
14 November 2013
Rutukan
Cantik sekali.
cantik sekali.
ku belai terus rutukan-rutukan
ku puja puja,
ku sebut tiap hari.
Cantik sekali
entah apa godaannya
mendobrak keadaan
yang suram jadi menyuram
berharap benar didengar,
rutukan-rutukan
ku tulis. kutulis dengan ligat. semua seakan hanya abjad. sudah ku hapal.
lancar
barulah sekarang ku heran.
kenapa tak pandai aku menulis bahagia seindah aku menulis rutukan?
Kepada Sakit
22-554
23 Oktober 2013
Kepada Sakit
Kepada sakit.
Apa benar itu kau?
Jika bukan begitu keadaannya
jika begini sekelilingnya,
maukah kau bertandang?
menimba air mata, tak berkesudahan.
---------
24 Oktober 2013
nyeri hati
nyeri hati amat sangat
apalah obatnya, carikan
mohon benar aku untuk carikan
karena ini sebabkan butaku
aku kini buta lagi nyeri
gelap. semua gelap.
kuambil langkah serabutan
atau bagaimanapun
pokoknya tak nampak lagi jalanku
akibat nyeri ini
seriuslah nyeri ini
apalah obatnya, carikan
mohon benar aku untuk carikan
mohon aku pada Tuhan, handai taulan
sanggupkah aku berjalan,
aku lumpuh lagi nyeri
menempuh jalan ditempat--tak pernah pergi sama sekali--tapi sesak lari
akibat nyeri ini
apalah obatnya, carikan
mohon benar aku untuk carikan.
mohon.
mohon.
23 Oktober 2013
Kepada Sakit
Kepada sakit.
Apa benar itu kau?
Jika bukan begitu keadaannya
jika begini sekelilingnya,
maukah kau bertandang?
menimba air mata, tak berkesudahan.
---------
24 Oktober 2013
nyeri hati
nyeri hati amat sangat
apalah obatnya, carikan
mohon benar aku untuk carikan
karena ini sebabkan butaku
aku kini buta lagi nyeri
gelap. semua gelap.
kuambil langkah serabutan
atau bagaimanapun
pokoknya tak nampak lagi jalanku
akibat nyeri ini
seriuslah nyeri ini
apalah obatnya, carikan
mohon benar aku untuk carikan
mohon aku pada Tuhan, handai taulan
sanggupkah aku berjalan,
aku lumpuh lagi nyeri
menempuh jalan ditempat--tak pernah pergi sama sekali--tapi sesak lari
akibat nyeri ini
apalah obatnya, carikan
mohon benar aku untuk carikan.
mohon.
mohon.
Keras
12-512
2 September 2013
Keras
Ayah, ibu, apa aku terlalu keras?
sampai kapanppun, dari kapanpun
tak pernah ku mengerti
dengan apa hidup pantas disikapi.
Dunia ini untukku?
atau untuk mereka?
lebih-lebih ku tak mengerti,
kenapa aku dan mereka,
bisa jauh berbeda dalam
menyikapi hidup
Masalah yang membangunku,
aku berdiri dan yang aku tahu satu,
aku terdiri dari problematika yang aku alami
maka begitulah, apa itu alasannya
aku dianggap keras?
apa aku memang keras?
Bagiku, lingkungan terlalu berharga
Aku juga (harusnya) berharga
Jadi apa tak boleh kulindungi
semua dengan baik (menurutku)?
2 September 2013
Keras
Ayah, ibu, apa aku terlalu keras?
sampai kapanppun, dari kapanpun
tak pernah ku mengerti
dengan apa hidup pantas disikapi.
Dunia ini untukku?
atau untuk mereka?
lebih-lebih ku tak mengerti,
kenapa aku dan mereka,
bisa jauh berbeda dalam
menyikapi hidup
Masalah yang membangunku,
aku berdiri dan yang aku tahu satu,
aku terdiri dari problematika yang aku alami
maka begitulah, apa itu alasannya
aku dianggap keras?
apa aku memang keras?
Bagiku, lingkungan terlalu berharga
Aku juga (harusnya) berharga
Jadi apa tak boleh kulindungi
semua dengan baik (menurutku)?
Jumat, 26 Juli 2013
Apa yang Diingat, Dilupa, dan Diresap Cahaya
4-404
26 Juli 2013
Apa yang Diingat, Dilupa, dan Diresap Cahaya
saya pernah lemparkan mutiara kedalam lumpur
saya sangka dia melebur
tapi tidak. masih silau mata saya,
saat ia tertawa-tawa digelitiki matahari
karena hidup seperti ini
cahaya tidak akan pernah lupa padam
tetapi tidak pernah lupa berikrar benderang
sematkan saja semangat, mengacu energi
seakan esok mati
seakan esok mati
seakan esok mati
cahaya masih ingat kapan dia tenggelam
26 Juli 2013
Apa yang Diingat, Dilupa, dan Diresap Cahaya
saya pernah lemparkan mutiara kedalam lumpur
saya sangka dia melebur
tapi tidak. masih silau mata saya,
saat ia tertawa-tawa digelitiki matahari
karena hidup seperti ini
cahaya tidak akan pernah lupa padam
tetapi tidak pernah lupa berikrar benderang
sematkan saja semangat, mengacu energi
seakan esok mati
seakan esok mati
seakan esok mati
cahaya masih ingat kapan dia tenggelam
Langganan:
Postingan (Atom)