Rabu, 03 Oktober 2012

Perenungan

Perenungan

37-369
18 April 2011

Mata yang mempunyai tatapan hampa belum tentu isinya tak bernyawa
Bibir yang menutup dan berlidah kelu tak pasti inginnya tak berseru
Telinga yang menghambat segala gelombang,
manatau ia hanya membuka pada yang benderang
Barisan kulit yang mendiam kaku,
mungkin akan memberontak di masa beku
Dan hidung yang perlahan mengendus,
siapa tau memecahkan hening yang terhembus

Mereka-mereka hanya pengantar,
dari apa yang disusun manusia,
didalam sanubari yang tegar,
dan menabur mimpi yang mendera

Hati atur semuanya
Hati pegang seutuhnya
Kendali. Terbang.
Mati

----------------------

sorry for some bad diction. biasa, duaribu sebelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar