Selasa, 20 November 2012

Jemari Tuhan

15-457
20 November 2012

Jemari Tuhan

Hari ini, petang ini, langit berbentuk seperti jemari
Aku serius, teman
Secara singkat, dengan perhatian lamat-lamat, aku menyimaknya
Sulit untuk berkedip, walau harus mendelik menatap jalan
Tapi langit senja kini
Remang antara tak ingin menutup kelambu,
hanya mau membias biaskan malu,
berbeda.
Dan memang, seperti jari jari cantik yang dipoles dengan peluh mereka yang mengiba.
Entah berharap hari segera berganti,
atau berharap hari terulang lagi

Jemari Tuhan menjejak hari ini
Tenang, teman. Kurangkul kamu
DuniaKu berat,
tingkat berapakah kamu?

2 komentar: