Minggu, 31 Maret 2013

Tatapan yang Tak Berhenti

30-472
5 Maret 2013

Tatapan yang Tak Berhenti

Nanar, ada percikannya disitu
Jauh menggema ke semesta
Kedip, lupa terjadi disitu
Penting sepersekian jangan terlewat

Sempat kau lupa aku
Mungkin udara tak terhirup lagi
Gulung menggulung badai hampa menghembus
Ku telah mati sebelum yang lain lari pontang panting

Sebab tatapan yang tak berhenti,
dan ronanya yang terus terasa,
dan darahnya yang terus berbuih,
mencubit pelan.
Tak bisa keras.
Makanya, tak sadar-sadar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar