Selasa, 23 Agustus 2011

Waktu yang Tepat

34/251
24 mei 2010

Waktu yang Tepat

sumpah aku masih rela memohon mohon,
mencium,mengecap pedih,
menggenggam sakit,
meresapi tangis

kadang kau tak pernah memandang apapun
seenaknya memberi celah surga
salah benar,memasukinya
apakah memang sesuatu yang indah jika disusuri akan memburuk>

menunggu waktu yang tepat untuk membangkitkannya kembali
aku kira kau seperti rumput malu
pada waktunya kau akan terbuka
lihat,hingga kini aku masih menatapimu
meratapimu,menunggu kau menjemput rindu
tapi,memang hidup yang dibodohi
jadi terfikir untuk menjemputmu balik
tapi,aku takluk oleh ego
biarkan,waktu yang tepat yang menggapai,
dam menjawab semuanya

-----------------------------------------------------------------
curhat? -_-

Kalau Aku Mati Hari ini

47/264
31 juli 2010


Kalau Aku Mati Hari ini


Sebuah perandaian,
datang dari pemikiran,
yang telah lama diam,
kini bangkit dari usang
kemudi,dan menatap masa depan

kalau aku mati hari ini
maka seharusnya kemarin aku siap
menunggu asa menjemput
menunggu lemah menusuk

kalau aku mati hari ini
jaminkan padaku sekarang juga
bahwa kalian disekitar aku
maupun disetelah aku
bisa tegak melebihi aku
dan mendongak,tak menunggu kaku

kalau aku mati hari ini
kalau-kalau aku tau bersekon sebelumnya
maka aku kalap
mencari posisi mana yang menjadikan aku sebagai benar
benar dan berfungsi sebagai makhlukNya

kalau aku mati hari ini
jangan kira aku masih hidup
karena mungkin sembari aku melayang
aku mungkin menatap lesu cinta
yang waktu "bernyawa" aku harapkan

mungkin itu ramalan kematianku
mencari bagai tiada hari esok
dan seterusnya,
dan mungkin saja,

kalau aku hidup hingga hari ini
mohon,jangan ada penyesalan lagi
aku akan terus berlari memutar roda
berlari hingga aku harus bacakan :
" aku mati hari ini "

dengarkan itu,
saat aku mati hari ini

Selanjutnya Kamu

49/266
5 agustus 2010

Selanjutnya Kamu



Kita disini berusaha untuk tidak dilupakan
maka mengambil cahaya,
dan silaukan semuanya,
tapi semuanya diam,
satu yang benderang,
kamu

kita disini berusaha untuk diacuhkan
maka mengambil sayap,
dan kagumkan semuanya
tapi semuanya tak sadar
satu yang tersenyum.
kamu

mengagetkan diriku dari segala sisi
menjauhkan diriku dari segala duri
menjatuhkan diriku dari segala ambisi
dan mengangkatku kembali,
seraya mengatakan :
" Apa yang selanjutnya kau suguhkan padaku? "
itu yang ingin ku bilang.
tapi ku jawab :
" seterusnya,selanjutnya,tetap kamu. "

Lihat Aku Disini

7/288
26 oktober 2010

Lihat Aku Disini

Hai engkau yang berdiri disana
Dengarkah dirimu?
Setidaknya berbaliklah
Atau menoleh,45 derajat ku terima

Lihat aku disini
yang terseret kepedihan
bermuka pucat,darah tersendat
menahan segala yang bergejolak,diatas tanah

Ayo,lihat aku disini
yang telah meneteskan airmata
curahan hati yang tertusuk jarum
telah tak kuat menahan arus

tak tertarikkah kamu? lihat aku disini
yang tak sanggup menahan kontraksi yang berlebihan
sudah merasakan indahnya fatamorgana
dan pingsan,serasa akan luruh

hai kamu,ayolah lihat
aku sekarang sedang terbakar
berkelahi dengan perasaan
tapi,siapa yang menang?

sepi,senyap,sunyi

nihil

belum jugakah kau menatapku?
setidaknya,mengertilah
ini semua karenamu
aku mengeluarkan air,api bahkan udara untukmu
dan senantiasa menahan semuanya kembali
hai,sekali lagi kusapa
mengapa kau tak juga mengerti?
aku merasakan semua karena dirimu
bayangan yang tak jelas,
merasuki aku.
maka aku teriak
mungkin kau bisa dengar
" Lihat aku disini! "
" aku,merindukanmu! "

---------------------------------------------------------------

Senin, 08 Agustus 2011

kebetulan

27-416
7 agustus 2011

kebetulan

menengadah ke Tuhan,ku coba bertanya
Diperdengarkah kiranya?
sebenarnya,kurasa tidak
Ini hanya angan-angan kosong percerca pikiran

Tuhan,
Kau telah menyusun kebetulan-kebetulan aneh didalam kehidupanku,
tersusun,rapi dan beraturan
jujur,aku takjub
hanya saja,beberapa bahkan hampir semuanya tidak berhembus dibelakangku

Maka yang kutanyakan :
Mengapa?

kebetulan-kebetulan itu Tuhan,meski telah berlalu tapi efeknya,
sakitnya berlekat dan tak lepas kepadaku
Aku kurang menyukainya.
jadi,Tuhan,
Bisa hentikan?
Tertanda,hambamu yang sulit menerima kenyataan

----------------------------------------------------------

Jumat, 05 Agustus 2011

Jangan Bilang bahwa Aku Mencintainya lagi

2 - 391
22 mei 2011


jangan bilang bahwa aku mencintainya lagi

ini kebetulan?
atau apa?
jika iya,bagaimana kejamnya sang Pengatur menjejakkan aku,
ditempat ia menjejakkan dirinya
aku tau,keinginanku juga penyambungnya
namun,aku tak tau kenapanya.

kau ingat buku?
bertahun lalu.
dinomor empat. kutulis dirimu
yang ku rincikn sebagaimana aku mania terhadap seseorang
cinta yang kubaitkan menjadi puluhan puisi
dan kepuluh-puluhnya perlahan menyakiti
jika kureka kembali,
seberapa besarnya rasa yang ku tuturkan kepadamu
seberapa besarnya rasa pengharapan yang terukir semua dibayangmu
itu bertahun,kini berlalu
tak ku lupa,tak kunjung lupa
apa rasanya..

dan kini,dan sulitnya
aku bertemu dirimu lagi
kau pun masih tak sadar,
kuyakinkan tak peduli
tentang keberadaanku
yah,keadaannya masih sama
aku,dan cinta sendiriku
masih terpaut diam membeku
mengheningkan nada nada diam,
yang padahal mendobrak ritme jantung

melihat wajahmu,
telahlah berubah
namun,hatiku masih sama
rasanya kembali bersenyawa
ku lihat matamu,
apa yang kuharap bertahun lalu.
kemudian aku tersentak

" jangan bilang bahwa aku mencintainya lagi "

-------------------------------------------------

teruntuk seorang cinta pertama yang sempat hilang.
kembali lagi. apa rasanya?


yang jatuh

12-401
3 juni 2011

yang jatuh

dibawah kumpulan daun yang diam,
aku jatuh terduduk
menanti hampa yang hilang
mungkin nafas yang melayang
menengadah,menoleh,keatas
menatap muka pasrah
menutup alur air mata ,memasa " Jangan pernah kau pergi dari kumpulan"
Tiba tiba,hati-mata sudah berkaca kaca
Daun kecil,yang jatuh dari batang yang lunglai
Tak kuasa menahan gravitasi yang egois
Dikiranya semuanya milikmya
Si daun diam saja
aku yang mengisak-isakkan tawa
Kenapa kau diam?
aku yang jatuh? Kau yang lumpuh?
Aku yang lumpuh,aku yang mengeluh
Mengira,apa yang jatuh?
Kerena semua hening,hatiku pontang panting.

Kukira aku hanya anak yang mengais minta makan
ternyata aku juga yang menangis minta hujan
yang jatuh. airnya membasuh. hatiku melepuh