18 Februari 2014
Kakak, Teruslah Menulis
ditulis tiba-tiba
Kakak, teruslah menulis
Agar besar badannya.
Kakak punya dunia.
Kakak hantam dunia.
Merdeka!
Kakak, teruslah menulis
Pada kakak, untuk kakak,
untuk saya yang terus membaca
dan untuk kakak yang terus menghamba
---bukan nasi yang kita minta,
tapi lelah yang kita tepis,
Kita benar?---
Kakak, teruslah menulis
Kakak lampu dan lenteraku
Atau obor. Ya, kakak oborku
Karena juta kali kan ku tiup
Kakak membahana, seperti singa
Seperti singa kakak,
Takut kita.
Kakak, teruslah menulis
Aku dan ketidak tahuanku,
menerka-nerka malu.
Apa yang terjadi? Kucing siapa yang mati?
Tapi takkan berani bertanya. Sumpah.
Kakak, teruslah menulis.
Sebab aku takkan aus membaca.
Terang maupun temaram, hening maupun bising
Menghabiskan petang
Tak mau pulang
Ingatlah, ada aku.
Aku takkan aus membaca.
Tertanda,
Bukan adikmu, bukan sepupumu,
apalagi kekasih gelapmu.
Jadi ingin kenal sama kakak hahaha.
BalasHapusFan, sedikit koreksi, 'aus' itu bukan kata baku, seharusnya 'haus' ;)
waah thanks kak komentar nya! :') ooh gitu..baiklah ;);)
Hapus