40-482
6 Mei 2013
Hujan Lupa Turun
Ini detik keberapa.
Saya tengadahkan apa yang diam,
membuat tampungan.
Membuka mulut lebar-lebar,
mata tutup rapat-rapat
Tapi tak kunjung terasa,
walau anginnya sudah kucium
Walau aku sudah dijambak-jambak badai
Walau gemuruhnya kejutkan jantungku
Guruh, petir, kilat nyasar terus menyambarku,
walau matahari tutup warung
Padahal senja belum turut
Walau orang sudah berlarian,
delik-delik mata mencari atap.
Dan saya bukan mereka.
Saya meranggas, saya dibakar dunia.
Tapi sayang,
hujan lupa turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar