58-500
25 juni 2013
Lupa Dunia
Kalau-kalau kau lupa dunia
sentuh kakimu
pastikan kau masih bersatu dengan tanah
menghamba meminta jatuh
ibu, aku ingin pindah
kutemukan apa inginku
tapi tak akan ku lepas sambutmu
temani aku berlari. itu saja.
karena kalau-kalau aku lupa dunia
sentuh dahiku
tarik lagi pelan daya khayalku yang sempit
memohonkan udara
selamat, selamat
terhadapmu ku tolehkan terus pandangan
sewaktu, sewaktu
seandainya ingatku
setiap, setiap
ada jaminan aku lebih baik?
setidaknya saati itu tak ku lupa dunia
ibu, rengkuh saja tubuhku saat pandanganku buram
kasarkan saja. ludahi saja.
malu aku jika lupa dunia
apa mauku?
kalau-kalau kau lupa dunia
sentuh lehermu
kau masih belum berhak meminta hujan
dan hina menikmatinya
hingga-hingga kau lupa kau telah lupa dunia.
---------
seni sastra terbiasa menjadi ibuku. iya mengenalkanku pada dunia yang mengizinkan aku berdansa dengan serba kata. aku meminta izin, di tulisan ke lima ratus ini, untuk membelah gerak tanganku. untuk tidak mengukir kertas, tetapi menggoresnya. meminta saja izin darimu, restu dan doa yang maya. perkenankanlah kiranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar